BROMO
(Subhan Shabri)
Takdir tentukan...
kakiku menapak di gunung ini
dalam sebuah pendakian,
seperti hatimu di hatiku
dalam sebuah persahabatan.
Ku coba...
tuk terus naiki gunung ini
agar ku lihat memang indah gunung ini
Ku coba...
tuk terus akrabi persahabatan ini
agar ku rasa memang indah persahabatan ini.
Ku tau...
tuk gapai gunung ini, aku perlu daya
Ku tau...
tuk raih persahabatan ini, aku perlu rasa.
Tapi...
jejak pendakianku di pasir gunung ini
kan hilang oleh hembusan angin.
Namun...
Akankah jejak persahabatan yang tertancap
di hatiku dan hatimu hilang oleh "sesuatu"?
(Probolinggo, 31 August 1996)
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Mei 2010
KURA-KURA CINTAKU
KURA-KURA CINTAKU
(Subhan Shabri)
Ku tak tau,
Kapankah kura-kura cintaku
sampai ke telaga hatimu.
Yang ku yakin,
Ia tak berusaha
tuk berpaling dan mencari telaga lain.
Tapi, kadang kala
langkah kura-kuraku tertegun,
disaat tak didengarnya riak-riak telagamu
disaat tak dilihatnya pantulan mentari di telagamu
yang adalah kompas bagi langkah kecil dan lamban
kura-kuraku.
Memang,
kijang dan rusa itu dengan lari kencang
dan langkah gesitnya
juga ingin menuju telagamu.
Tapi, jika kau suka
suruhlah angin tuk hanya sampaikan
suara riak-riak telagamu hanya untuk kura-kuraku
suruhlah mentari tuk hanya pantulkan
cahayanya di permukaan telagamu
hanya untuk kura-kuraku.
Karena kijang dan rusa itu datang ke telagamu
ketika mereka haus, dan pergi...
Kura-kuraku datang tuk tinggal dan selami telagamu.
Ku tau,
Kura-kuraku hanya binatang kecil yang lamban
Kura-kuraku tak punya kaki gesit
Kura-kuraku tak punya lari kencang
Bak lari kijang dan rusa itu.
Tapi karena ia tau
Dia akan berjuang dan melangkah sangat lama
dan kan berfikir
ke telaga manakah ia kan melangkah
ia tlah berfikir seribu kali.
Semoga Dia mengizinkan tiap langkah kura-kuraku
melangkah pelan namun pasti
menuju dan berenang di telaga hatimu.
(Padang, 16 July 1996)
(Subhan Shabri)
Ku tak tau,
Kapankah kura-kura cintaku
sampai ke telaga hatimu.
Yang ku yakin,
Ia tak berusaha
tuk berpaling dan mencari telaga lain.
Tapi, kadang kala
langkah kura-kuraku tertegun,
disaat tak didengarnya riak-riak telagamu
disaat tak dilihatnya pantulan mentari di telagamu
yang adalah kompas bagi langkah kecil dan lamban
kura-kuraku.
Memang,
kijang dan rusa itu dengan lari kencang
dan langkah gesitnya
juga ingin menuju telagamu.
Tapi, jika kau suka
suruhlah angin tuk hanya sampaikan
suara riak-riak telagamu hanya untuk kura-kuraku
suruhlah mentari tuk hanya pantulkan
cahayanya di permukaan telagamu
hanya untuk kura-kuraku.
Karena kijang dan rusa itu datang ke telagamu
ketika mereka haus, dan pergi...
Kura-kuraku datang tuk tinggal dan selami telagamu.
Ku tau,
Kura-kuraku hanya binatang kecil yang lamban
Kura-kuraku tak punya kaki gesit
Kura-kuraku tak punya lari kencang
Bak lari kijang dan rusa itu.
Tapi karena ia tau
Dia akan berjuang dan melangkah sangat lama
dan kan berfikir
ke telaga manakah ia kan melangkah
ia tlah berfikir seribu kali.
Semoga Dia mengizinkan tiap langkah kura-kuraku
melangkah pelan namun pasti
menuju dan berenang di telaga hatimu.
(Padang, 16 July 1996)
Label:
CINTA,
MR SS,
puisi,
SUBHAN SHABRI
Jumat, 14 Mei 2010
Jalan Cinta Para Pejuang
Jalan Cinta Para Pejuang
Disana, ada cinta dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya dipejamkan saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi.
Lalu di sepertiga malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cita yang besar, tinggi, dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca riap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati.
Teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban,
menyeru pada iman
walau duri merantaskan kaki,
walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah.
Tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang.
(Salim A. Fillah)
Disana, ada cinta dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya dipejamkan saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi.
Lalu di sepertiga malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cita yang besar, tinggi, dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca riap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati.
Teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban,
menyeru pada iman
walau duri merantaskan kaki,
walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah.
Tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang.
(Salim A. Fillah)
Kamis, 08 April 2010
PUISI: MAKNA BAGIMU
MAKNA BAGIMU
Walau ini hanya lilin kecil,
tapi mungkin bisa terangi kala gelapmu.
Walau embunku hanya satu dua tetes,
tapi mungkin bisa kurangi dahagamu.
Walau ini hanya gubuk kecil,
tapi mungkin bisa teduhkan lelahmu.
Walau diriku bukanlah pahlawan,
tapi mungkin bisa bantu kesusahanmu.
Walau ini hanya perahu kecil,
tapi mungkin bisa selamatkan dirimu.
Walau aku bukan seseorang yang berarti,
tapi aku pasti punya hati dan semangat yang besar,
aku pasti punya asa dan rasa yang besar,
Tuk membuat ku kelak berarti banyak dan besar bagimu,
di hidupmu...
di masa depanmu...
di cita-citamu...
di hatimu.
T. KUANTAN, NOV 09
Walau ini hanya lilin kecil,
tapi mungkin bisa terangi kala gelapmu.
Walau embunku hanya satu dua tetes,
tapi mungkin bisa kurangi dahagamu.
Walau ini hanya gubuk kecil,
tapi mungkin bisa teduhkan lelahmu.
Walau diriku bukanlah pahlawan,
tapi mungkin bisa bantu kesusahanmu.
Walau ini hanya perahu kecil,
tapi mungkin bisa selamatkan dirimu.
Walau aku bukan seseorang yang berarti,
tapi aku pasti punya hati dan semangat yang besar,
aku pasti punya asa dan rasa yang besar,
Tuk membuat ku kelak berarti banyak dan besar bagimu,
di hidupmu...
di masa depanmu...
di cita-citamu...
di hatimu.
T. KUANTAN, NOV 09
KUKIRIM
KUKIRIM
" Ku kiriM kaTa2 sbg bantal tuk mNgukir mimPi2 iNdahmu
kU kirim pErhatian sbg seLimUt tuk mEmberimU kEhaNgatan disEpnjaNg mlm mu
daN ku kiriM do'a tUk mEnjAgamu hiNgga pagi kEmbaLi menYambutmu.."
" Ku kiriM kaTa2 sbg bantal tuk mNgukir mimPi2 iNdahmu
kU kirim pErhatian sbg seLimUt tuk mEmberimU kEhaNgatan disEpnjaNg mlm mu
daN ku kiriM do'a tUk mEnjAgamu hiNgga pagi kEmbaLi menYambutmu.."
KEBAHAGIAAN
KEBAHAGIAAN
Temuilah kebahagiaan itu ketika kau membuka tirai, membuka jendela, dan temuilah juga kebahagiaan itu pada kehangatan pagi, pada embun yg bergelantungan di dedaunan. Di malam yang dingin ini, aku ingin kau tahu ada hati yang merindukanmu. Kadangkala orang yang mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cintanya padamu. Bila dia pergi meninggalkanmu ternyata dialah cinta suci yang tak disadari. Ingatlah dia hanya bisa berharap kapan keinginannya terwujud. Bahwa kau akan jadi miliknya selamanya..
(10 jan 2009)
Temuilah kebahagiaan itu ketika kau membuka tirai, membuka jendela, dan temuilah juga kebahagiaan itu pada kehangatan pagi, pada embun yg bergelantungan di dedaunan. Di malam yang dingin ini, aku ingin kau tahu ada hati yang merindukanmu. Kadangkala orang yang mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cintanya padamu. Bila dia pergi meninggalkanmu ternyata dialah cinta suci yang tak disadari. Ingatlah dia hanya bisa berharap kapan keinginannya terwujud. Bahwa kau akan jadi miliknya selamanya..
(10 jan 2009)
JIKA
Jika
Jika kemarin...
mengingatmu mendebarkan dadaku,
menyebut namamu menggetarkan hatiku,
melihatmu membuatku tersenyum,
mendengar suaramu menyemangatkan hidupku,
bersama denganmu menjadi mimpiku...
Tapi hari ini...
kau rusak debaran dadaku,
kau kacaukan getaran hatiku,
kau hilangkan senyumanku,
kau cabut semangat hidupku,
kau enyahkan mimpi-mimpiku,
Mengapa...???
(Pbr, Nov 20, '09)
Jika kemarin...
mengingatmu mendebarkan dadaku,
menyebut namamu menggetarkan hatiku,
melihatmu membuatku tersenyum,
mendengar suaramu menyemangatkan hidupku,
bersama denganmu menjadi mimpiku...
Tapi hari ini...
kau rusak debaran dadaku,
kau kacaukan getaran hatiku,
kau hilangkan senyumanku,
kau cabut semangat hidupku,
kau enyahkan mimpi-mimpiku,
Mengapa...???
(Pbr, Nov 20, '09)
Langganan:
Postingan (Atom)